Analisis Kinerja Pengadaan Barang/Jasa

Authors

  • Daviq Suparwanto Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda UKPBJ, Kementerian Keuangan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55961/jpbj.v4i2.84

Keywords:

Kinerja Pengadaan, Pengadaan Pemerintah, Pengukuran Kinerja, Manajemen Kontrak, Faktor-Faktor Kinerja

Abstract

Pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan instrumen krusial untuk pembangunan nasional, namun implementasinya seringkali tidak mencapai kinerja yang ideal. Permasalahan fundamental yang teridentifikasi adalah lemahnya sistem pengukuran kinerja, yang cenderung terbatas pada aspek finansial seperti penyerapan anggaran, sehingga gagal merefleksikan efektivitas dan kualitas belanja negara secara utuh. Fenomena ini termanifestasi dalam bentuk keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kualitas hasil yang tidak memenuhi spesifikasi, dan sengketa kontrak yang berulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pengadaan serta merumuskan strategi peningkatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis melalui studi literatur yang mendalam. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 variabel yang memiliki pengaruh signifikan, yang kemudian disintesis dan dikelompokkan ke dalam enam kategori utama: sumber daya, manajemen dan kepemimpinan, proses dan tata kelola, stakeholder dan komunikasi, sistem informasi, serta penyedia. Berdasarkan pemetaan faktor-faktor tersebut, dirumuskan serangkaian rekomendasi strategis yang aplikatif, mulai dari penguatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan manajemen kontrak yang disiplin, optimalisasi sistem informasi, hingga pembinaan penyedia. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi berupa sebuah kerangka kerja konseptual yang dapat dijadikan acuan oleh para pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja pengadaan secara sistematis dan berkelanjutan.

References

Dalkir, K. (2011). Knowledge Management in Theory and Practice. London: Massachusetts Institute of Technology.

Hadijaya, Y. (2020). Budaya Organisasi. Medan: Pusdikra Mitra Jaya.

Kavua, B. K., & Ngugi, K. (2014). Determinants of Procurement Performance of Rural Electrification Projects. European Journal of Business, 1(11).

Kestenbaum, M. I., & Straight, R. L. (1995). Procurement Performance: Measuring Quality, effectiveness, and Efficiency.

Kiage, J. O. (2013). Factors Affecting Procurement Performance: A Case of Ministry of Energy. International Journal of Business and Commerce, 3(1).

Pohl, M., & Förstl, K. (2011). Achieving purchasing competence through purchasing performance measurement system design—A multiple-case study analysis. Journal of Purchasing and Supply Management, 17(4), 231-245.

Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.

Procurement planning and accountability of local government procurement systems in developing countries: Evidence from Uganda. (2008). Journal of Public Procurement, 8(3), 379-406.

Shiundu, D., & Rotich, G. (2014). Factors Influencing Efficiency in Procurement Systems Among Public Institutions: A Case of City Council of Nairobi. International Academic Journals, 1(1), 79-96.

Sutrisno, E. (2018). Budaya Organisasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Yin, R. K. (1994). Case Study Research: Design and Methods. New Delhi: Sage Publications.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Suparwanto, D. (2025). Analisis Kinerja Pengadaan Barang/Jasa. Jurnal Pengadaan Barang Dan Jasa, 4(2), 76–92. https://doi.org/10.55961/jpbj.v4i2.84